Pages

Sunday, December 5, 2010

Prosa Lama


Karya sastra prosa dapat diklasifikasikan berdasarkan pembabakannya menjadi prosa lama dan prosa baru. Prosa lama atau lebih dikenal sebagai sastra klasik atau satra kuno dihasilkan sebelum masa Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (… - 1800-an). Tidak dapat dipastikan sejak kapankah sastra lama mulai ada, yang jelas sejak permulaan peradaban bangsa Indonesia. Sastra lama merupakan cerminan kehidupan masyarakat lama. Ciri-ciri kehidupan masyarakat lama ini menjadi cirri-ciri dari sastra klasik itu sendiri.

Ciri-ciri karya sastra klasik
a.  Bersifat komunal, yakni menjadi milik bersama.
b.  Anonim, tidak diketahui siapa nama penggubahnya/pengarangnya.
c.  Bersifat sangat kurang dinamis, yakni gerak perubahannya sangat lambat, sehingga jika dilihat dari sudut masyarakat sekarang seolah-olah kelihatan statis.
d.  Pada umumnya bersifat irasional, kejadian-kejadian yang digambarkan kurang atau bahkan tidak masuk akal.
e.  Bersifat istanasentris, karena sebagian besar ceritanya berkisar pada kehidupan keluarga dalam lingkungan istana.
f.  Sastra lama pada umumnya memberikan pengajaran/pendidikan baik yang bersifat didaktis moral maupun didaktis religius.
g.  Bersifat simbolis, sebagian besar ceritanya disajikan dalam bentuk perlambang.
h.  Bersifat tradisional, yaitu mempertahankan kebiasaan atau adat yang berlaku sesuai dengan keadaan zamannya.
i.   Klise imitatif, yakni kebiasaan tiru-meniru yang tetap saja turun-temurun.
j.   Sastra lama sebenarnya tidak menceritakan manusia, melainkan menceritakan sifat-sifat universal manusia (baik-jahat, cerdik-bodoh, adil-lalim, dsb).

     Sastra lama memancarkan semangat Animisme/Dinamisme, Hiduisme, dan Islamisme. Kepercayaan atau agama baru yang dibawa oleh penjajah asing tidak mampu mempengaruhi  kondisi ini, sehingga kebudayaan yang baru selalu masih mengandung unsur-unsur kebudayaan terdahulu. Hal ini pun masih terasa sampai pada kehidupan modern saat ini. Pengaruh pola kehidupan lama yang bersifat takhayul (animisme/dinamisme) benar-benar menginterferensi pola kehidupan modern. Semangat Animisme/Dinamisme, Hinduisme, dan Islamisme tersebut menjadikan sastra lama terpilah-pilah menjadi tiga periode atau pembabakan, yaitu: 1) sastra masa purba, 2) sastra masa Hindu, dan 3) sastra masa Islam.
     Hasil karya sastra klasik dapat dikatakan merupakan karya sastra lisan yang disampaikan  hanya dengan cara komunikasi lisan. Hal ini menyebabkan terjadinya banyak variasi dan pergeseran baik dari segi alur maupun tata nilai yang dikandungnya. Sebagai contoh legenda Banyuwangi terdapat banyak versi yang kadang bertentangan satu dengan yang lainnya.
     
 Berdasarkan isinya semua jenis dongeng dapat dikategorikan sebagai jenis karya sastra klasik/lama. Di bawah ini diuraikan berbagai macam jenis dongeng yang sekaligus merupakan jenis-jenis karya sastra klasik.

1.  Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang).
     Beberapa contoh fabel, adalah: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dll.

2.  Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, kraton, atau kehidupan raja-raja.
     Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, cerita-cerita Panji, Smaradahana, dll.

3.  Mite/Mitos, adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempuyai kekuatan gaib.
     Contoh-contoh sastra lama yang termasuk jenis mitos, adalah: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dll.

4.  Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah.
     Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dll.

5.  Parabel, adalah rekaan cerita pendek yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan; majas perbandingan menggunakan perumpamaan yang terkandung dalam seluruh isi karangan atau cerita.
     Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita, dll.

6.  Dongeng Jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik dan masing-masing diluskiskan secara humor.
     Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.

Cerita klasik yang merupakan cerita pengaruh hinduisme adalah Mahabarata dan Ramayana. Sedangkan contoh cerita klasik yang bersumber dari budaya Islam, antara lain adalah: Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Nabi-Nabi, Tajussalatina (Mahkota Raja-Raja), Bustanussalatina (Taman Raja-Raja), Syair Asbdul Muluk, Hikayat Bakhtiar, Hikayat Seribu Satu Malam, dll.

0 comments:

Post a Comment

thx for your comments..:)