Pages

Sunday, December 5, 2010

JENIS-JENIS PARAGRAF

Berdasarkan letak kalimat utamanya, dapat ditentukan jenis-jenis paragraf sebagaimana contoh tersebut di bawah ini.
1 Paragraf Deduktif
     Paragraf jenis ini mempergunakan pola pengembangan umum-khusus, kalimat utamanya terletak pada awal paragraf diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas. Perhatikan contoh berikut.
     Kehidupan modern menuntut kita untuk selalu dapat meningkatkan daya saing. Tanpa kemampuan bersaing kita akan tergilas oleh modernisasi tersebut. Hal ini menjadikan sebagian besar dari manusia berebut kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Siapa yang mampu memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya akan mampu tampil dan mempunyai pengaruh di hadapan banyak orang.

2        Paragraf Induktif
     Paragraf jenis ini mempergunakan pola pengembangan khusus-umum, kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pada bagian awal paragraf ini dimulai dengan kalimat-kalimat penjelas yang diakhiri dengan kalimat utama. Perhatikan contoh berikut.
     Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki oleh seseorang seyogyanya bisa menutupi semua kelemahannya. Kadang banyak orang beranggapan bahwa yang dimiliki hanyalah kelebihan tanpa menyadari akan kelemahannya. Jika hal demikian selalu menjadi dasar berpikir, dapat dipastikan kehidupan kita menjadi penuh dengan keangkuhan. Untuk itu sebaiknya kita selalu dapat melakukan kontrol diri terhadap segala kelebihan dan kelemahan diri kita.

3        Paragraf Campuran
     Paragraf campuran dapat dibedakan menjadi paragraf deduktif-induktif, deskriptif, dan naratif. Paragraf deduktif-induktif merupakan paragraf yang dimulai dengan sebuah kalimat utama, diikuti oleh beberapa kalimat kalimat penjelas, dan diakhiri oleh sebuah kalimat utama yang  mempunyai ide pokok sama dengan kalimat yang pertama. Paragraf deskriptif merupakan yang tidak mempunyai kalimat utama, semua kalimat pembentuknya merupakan kalimat-kalimat penjelas, atau semua merupakan kalimat utama. Sedangkan paragraf naratif merupakan yang sering dipergunakan untuk menuliskan sebuah cerita/prosa.
Perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

a.  Paragraf Deduktif-Induktif
     Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia dapat dikatakan relatif sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh para pakar pendidikan. Di antara bentuk-bentuk penyesuain itu adalah adanya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru, diberlakukannya kurikulum tahun 2004 yang berbasis kompetensi dan kecakapan hidup (life skill). Di samping itu juga adanya kabar gembira karena dana anggaran pendidikan akan dinaikkan menjadi 21%. Tentu saja saja hal ini dapat dikatakan pertanda perkembangan baik dunia pendidikan di Indonesia.

b. Paragraf Deskriptif
     Kebudayaan bangsa merupakan aset yang harus dilestarikan. Kebudayaan bangsa berwujud berbagai macam seni tradisi, adat istiadat, dan bahasa daerah. Indonesia dikenal sebagai sebuah negara yang mempunyai banyak sekali aset budaya daerah yang patut dilestarikan. Kebudayaan nasional menjadikan bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang termasyhur di dunia.

c.  Paragraf Naratif
     Setiap orang di tempat itu seolah-olah merasa cemburu terhadap kaki Adi. Tiada putus-putusnya mereka mengawasi kaki Adi serupa pada kaki Adi ada melekat hal-hal yang menakjubkan. Kaki Adi rupa-rupanya benar-benar merupakan acara yang demikian menarik perhatian, hingga walikota pun tiada terjecuali ikut mengawasinya, meski dengan pandangan mencuri-curi.

Yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bahwa dalam setiap paragraf yang baik hanya terdapat sebuah ide pokok. Jika terdapat dua buah ide pokok dalam sebuah paragraf sebaiknya dipisahkan dan ditempatkan dalam paragraf yang berbeda.  

1 comments:

Hendra Jayadi said...

ok

Post a Comment

thx for your comments..:)