Pages

Friday, December 2, 2011

Bengkel Jiwa - Undimensioned


-Jika  perjalanan hidup manusia ibarat sebuah sirkuit dan  amal  perbuatan adalah mobil yang melintasinya, maka  bengkel ‘jiwa’ menjadi tempat yang  harus disinggahi terlebih dahulu.-

Ada berbagai alasan orang  pergi ke bengkel. Bisa jadi memang kendaraannya rusak perlu diperbaiki, atau  perlu  servis untuk pemeliharaan, atau  hanya ingin memodifikasi, mempercantik performa . Dalam hal ini memang keberadaan sebuah bengkel menjadi tempat yang sangat penting  bagi si pemilik kendaraan terutama jika minim pengetahuan tentang mesin. 


Kehadiran  ‘Bengkel Jiwa’  di dunia perbukuan Indonesia ini , tentunya  bukan untuk membahas   kendaraan dalam arti sebenarnya ,  tetapi  analoginya sama dengan hal tersebut di atas. Dalam menjalani kehidupan, kondisi ruhiyah manusia tidak selalu sama. Keimanan seseorang fluktuatif, kadang naik, kadang turun bahkan bisa hilang sama sekali. Imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Ahmad bin Hambal rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan, apakah bisa bertambah dan berkurang? Beliau menjawab, "Iman bertambah sampai puncak langit yang tujuh dan berkurang sampai kerak bumi yang tujuh."  Seperti sebuah mobil, pada kondisi prima bisa melaju dengan kecepatan maksimal. Namun adakalanya bisa mogok, tidak bisa berjalan sama sekali. Saat kondisi mogok inilah perlu dicari tahu sebabnya dan diperbaiki tanpa mengenal putus asa.

Sudah punya mobil dengan performa prima pun tidak cukup. Di bengkel yang satu ini, pelanggan juga diberi tips- tips aman dalam berkendara.  Mulai dari cara memilih rute yang tepat sampai memilih navigator / teman perjalanan yang bisa diandalkan. Jadi diharapkan nantinya, pengendara tidak tersesat kehilangan arah di tengah jalan

Baiknya lagi, si pemilik bengkel ini tak segan memberi  tahu cara mengemudikan mobil amal dengan baik. Pelanggan akan tahu kebiasaan- kebiasaan  yang tidak  baik dan penyebabnya. Hingga hal tersebut bisa dihindari.   Artinya, dalam setiap perbuatan , hindarkan kebiasaan- kebiasaan buruk, diusahakan semuanya harus mengandung nilai ibadah , mulai dari yang sepele  sampai hal- hal yang serius. Imbasnya, akan terwujud pribadi yang memiliki adab, akhlak tinggi, juga kepekaan terhadap sekitar. Dan harapannya,  ’mobil amal’ tidak sering- sering masuk  ke bengkel lagi.

Yang tak kalah penting selanjutnya, pelanggan juga diingatkan untuk menyiapkan bekal-bekal dalam perjalanan, agar makin mahir dalam berkendara. Mengingat  semakin jauh perjalanan, tentunya  sirkuit yang ditempuh  makin banyak kelokan dan hambatannya. Tidak lupa pula, selalu mengaktifkan HP Ilahi, agar komunikasi senantiasa berjalan lancar.  

Jika  masih belum puas, pemilik bengkel juga menyediakan bonus sebagai tambahan bahan bakar mobil pelanggan. Bonusnya adalah buku Undimensioned, karya DianNafi  dkk.  Berisi kisah- kisah penghafal Al Quran, agar  mobil amal makin laju jalannya. 

Buku  ini disajikan dengan bahasa yang santai. Penulis seolah berbincang akrab dengan sahabat, diselingi humor , kisah, dan perumpamaan – perumpamaan yang memudahkan pembaca mencerna maksudnya.

Tak salah jika Prie G.S, seorang budayawan mengatakan, ”...Perjalanan spiritual itu tidak rumit. Ia rekreatif, menyenangkan, dan jelas petanya. Setidaknya begitulah gaya buku ini bercerita...”

Dengan demikian, jika ingin menempuh perjalanan dengan selamat sampai  garis finish yang tepat ( baca :  surga ) tidak perlu ragu untuk menyinggahi  Bengkel  Jiwa yang satu ini.

Judul                     : Bengkel Jiwa dan Undimensioned *
Penerbit              : Hasfa Publishing
Penulis                 : Awy A. Qolawun dan DianNafi,dkk
Terbit                    : 2011
Tebal                     : 164 hal.
*ket                       : 2 in 1 book.









2 comments:

rusydi hikmawan said...

kyaknya perlu neh buat nambah koleksi perpustakaan di rumah.

Yayun Riwinasti said...

welcome to my blog..:)

Post a Comment

thx for your comments..:)