Pages

Wednesday, February 9, 2011

Naked n Nekad...??!!---That's Trinity



Judul                       : The Naked Traveler
Penulis                    : Trinity
Penerbit                  : C Publishing ( PT Bentang Pustaka )
Tebal                      : 279 hal
Penyunting             : Imam risdiyanto
Perancang Sampul  : Windu
Pemeriksa aksara    : nunung
Penata Aksara         : Iyan Wb
Ilustrasi                    : Bendung

"Naked n Nekad"..dua kata kembar 'beda bangsa' yang mewakili keseluruhan kesan  terhadap buku ini. The Naked Traveler. Sebuah catatan perjalanan seorang backpacker wanita keliling dunia.  Hayoo...jangan dulu berpikir ngeres ya..!! Naked yang berarti telanjang or bugil , memang istilah yang sangat pas untuk dipilih sebagai judulnya. Trinity menuturkan kisahnya dengan jujur, tidak jaim alias tanpa tedeng aling- aling.Mendengar kata backpacker sendiri, identik dengan ransel,duit pas- pasan, dan petualangan keliling pelosok dunia. Itulah perjalanan nekad yang sering dilakukan oleh Trinity. Alhasil banyak kisah lucu, sedih, seru, bahkan menyebalkan di buku ini.

 Cerita- ceritanya ringan, memikat ,  lengkap dengan  pikiran-pikiran "nakal" pengarangnya, dan.. sarat informasi.  Membacanya seperti diajak berbicara langsung tentang suka duka serunya traveling ala backpacker. Jangan heran kalo melihat yang membacanya jadi senyum- senyum sendiri.

Bayangkan coba, ketika jauh - jauh sampe ke Puerto Rico, dan ternyata di sana cuma dipameri pohon pisang. Kalau cuma gitu di kebun belakang rumah aja banyak. Kebayang deh wajah bete-nya Trinity..( hahaha..) Tapi dari sini, kita semestinya berbahagia sebagai orang Indonesia yang mempunyai keanekaragaman hayati. Mari kita lestarikan dan komersialkan ke turis asing yang tidak pernah masuk hutan dan tidak pernah melihat pohon pisang..hehe..( hal.107 )

Selain itu masih bejibun kisah Trinity, dari mulai tidur di airport, pengalaman "dipalak", berkelana di aneka toilet umum, kisah semalam di pesawat bersama TKI norak, kena malaria, pengalaman hebat naik pesawat kelas bisnis..dll. oh ya , ada satu fakta lagi yang didapat, ternyata orang Filipina banyak yang kebalik - balik menyebut "P" dan "F". (Jadi ingat dengan salah satu suku di Indonesia).Menyebut nama negaranya saja bisa menjadi 3 versi. Pilipina,Filipina, atau  Pilifina. Dalam angka pun  "five" jadi "paib", "seven" jadi "seben",..haduh !

Part 2


Judul                       : The Naked Traveler 2

Penulis                    : Trinity
Penerbit                  : B first ( Pt Bentang Pustaka )
Tebal                      : 348 hal
Penyunting             : Imam risdiyanto
Perancang Sampul  : Windu Budi
Pemeriksa aksara    : Nurlaily dan Nanik
Penata Aksara         : Iyan Wb
Ilustrasi  isi               : Wilsa


Di buku The Naked Traveler 2, semakin banyak kisah seru yang dapat dinikmati. semuanya dibagi dalam 8 bagian.
1. Gila- gilaan
2. Indonesiana
3. Traveling membawa nikmat
4. Apa rasanya?
5. sekolah di Filipina
6. Belajar dari Sini
7.Bandingkan
8. Narsis.Com

Semua kisah masih dituturkan dengan gaya yang sama dengan buku pertama, ringan, santai, dan ceplas ceplos. Walaupun hobi dugem dan ngrokoknya agak membuat  merinding, namun   open mind saja. Dunia ini kaya warna. merah, kuning, hitam , putih, kelabu..Just choose the way you are..:) Focus on what u think best for u..

Yang menarik lagi-lagi banyak fakta terungkap membuat geli membacanya. Misalnya, ternyata orang India, melihat film di bioskop pun bisa  sambil menari. Ketika hal ini saya konfirmasi ke teman chatting saya..dengan terbahak dia mengiyakan.

Satu pengalaman Trinity yang mengubah pemahaman bahwa tidak selalu traveling itu menyenangkan,melulu belanja belanji, makanan yang lezat, dan kamar yang bersih . Justru jika  perjalanannya sendiri yang  dinikmati   akan menjadi kisah unik tersendiri yang memperkaya jiwa.  Yang jelas dari kedua buku ini, banyak tips dan informasi menarik dalam hal traveling ala backpacker.

Pembaca serasa terinspiransi, "kamu bisa kalau kau mau.." Karena Trinity yang konon hanya mbak - mbak kantoran biasa dengan cuti 12 hari per tahun, bisa "dlusupan" kemana- mana, baik di dalam dan di luar negeri. Walaupun pada akhirnya tetap menganggap bahwa Indonesia adalah home sweet home.

0 comments:

Post a Comment

thx for your comments..:)